Home » , » Mengenal Lebih Dekat: Outbound Anak-Anak

Mengenal Lebih Dekat: Outbound Anak-Anak

 Outbound Anak-Anak

Bagi anak yang tinggal di perkotaan mungkin akan susah dalam melakukan hidup bersosial terhadap lingkungan. Anak cenderung lebih cuek dan rasa individualnya lebih tinggi.Usia anak ada 3-6 tahun sedang berada pada tahap egosentris (sifat keangkuhannya). Biasanya anak pada tahap seperti ini akan sangat susah berbagi hal apapun dengan yang lainnya. untuk itu anak-anak perlu dibiasakan dengan perilaku kerjasama, berbagi dan menolong dengan sesama. Hal itu bertujuan agar anak nantinya dapat hidup bersosial dengan masyarakat. Cara melakukan dengan pendekatan dengan sang anak adalah melalui cara yang menyenangkan dan menarik, agar sang anak tertarik untuk berpartisipasi. Salah satu kegiatan bermain yang dapat digunakan untuk membiasakan kerjasama anak adalah melalui kegiatan outbound anak-anak.
Outbound untuk anak-anak adalah kegiatan yang telah tersusun atau terencana untuk mencapai tujuan pengembangan potensi anak dan menantang untuk dilakukan. Kegiatan outbound dilakukan di alam terbuka dengan suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak lebih mudah mengikuti kegiatan tersebut. Outbound anak-anak betujuan untuk mengembangkan segala komponen hidup serta perilaku anak yang bisa menunjang tugasnya sebagai murid maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalui outbound anak bisa meningkatkan rasa yakin, membuka wawasan baru dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial serta bekerjasama dengan orang lain, memberikan pengalaman untuk mandiri serta menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan kreatif serta berkomunikasi secara tepat.
Kegiatan outbound anak-anak mencangkup kegiatan pengembangan untuk kerjasama melalui permainan kelompok ataupun kerja kelompok. Dalam kegiatan ini juga terdapat petualangan individu, ceramah, dan diskusi yang tentunya dipandu oleh Instruktur. Kegiatan outbound bagi anak-anak TK bisa dilakukan dengan alat-alat sederhana yang dapat diperoleh dari lingkungan sekolah bahkan bisa buatan sendiri, seperti kereta balon, moving water, kaki gajah, haling rintang, ekor balon, jalan kepiting, susur gua, ayunan balistik, lempar ban, estafet bendera, senam ketangkasan dan papan keseimbangan. Namun beberapa penyedia jasa outbound anak-anak menyediakan kegiatan yang terdiri dari flying fox, Burma bridge, two-line bridge, landing net, dan army webb.
Terdapat beberapa tahapan atau metode pada outbound anak-anak yang pertama adalah anak akan membentuk pengalaman dari kegiatan outbound tersebut. Selanjutnya merenungkan atau merefleksikan pengalamannya. Kemudian anak akan membentuk konsep atau anak mencari makna dari pengalaman intelektual emosional yang diterima saat outbound. Selanjutnya adalah pengujian konsep, dimana anak diajak berdiskusi untuk mengetahui sejauh mana suatu konsep dapat dikuasai anak. 
Outbound anak-anak akan dapat dirasakan hasil atau manfaatnya jika di ikuti secara bertahap dan rutin. Dengan demikian kemampuan anak untuk bersosial akan terasah dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun biasanya beberapa orang tua belum mempercayai outbound sebagai media pembelajaran yang baik untuk anak. Orang tua terkadang juga sering mencemaskan keamanan sang anak saat mengikuti outbound. Dibalik kekhawatiran orang tua sebenarnya ada manfaat yang baik untuk tumbuh kembang sang anak.

0 comments:

Post a Comment